Menurut Agama
Islam, yang disebut dengan bersedekah adalah pemberian seorang Muslim kepada
orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah
tertentu. Hal yang disebut sedekah ini sangatlah baik jika sering dilakukan
orang yang berbisnis, karena dalam islam di surat Al-Baqarah ayat 245 Allah SWT
berfirman
“Siapakah
yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan
hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran
kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan
melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”.
Sesuai dengan
firman Allah SWT dalam surat tersebut, bahwa orang yang ikhlas bersedekah tidak
akan mendapat kerugian pada akhirnya, namun akan selalu mendapatkan balasan
yang berlipat ganda. Dan dalam salah satu sabda rasulullah ada yang menyebutkan
tentang kedahsyatan dari bersedekah seperti berikut:
”Tatkala
Allah menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun
menciptakan gunung-gunung kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas
bumi maka tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan
penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk
Mu yang lebih kuat dari gunung?” Allah berkata, “Ada yaitu besi”. Lalu mereka
bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhlukMu yang lebih kuat
dari besi?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu api.”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai
Tuhan kami, apakah ada makhluk Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah
menjawab, ”Ada yaitu air”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah
ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”
mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat
dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu angin” mereka bertanya (lagi),
”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada angin?”,
Allah menjawab, ”Ada yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan kanannya
lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kirinnya”.
Tetapi sering
kali orang ragu atau bingung, tentang kapan balasan dari Allah SWT akan datang.
Bahkan ada yang malah mengalami kerugian terlebih dahulu, dan malah berburuk
sangka. Hal tersebut sudah terjawab dalam surat Al-Baqarah ayat 216 Allah
berfirman:
“Bisa jadi
kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui”.
Dari firman
Allah SWT sebelumnya dapat kita pahami, bahwa sebaiknya kita tidak berburuk
sangka kepada Allah SWT, melainkan kita harus bersabar, karena hanya ialah yang
maha mengetahui segala sesuatu. Ada cerita tentang suatu raja yang jika ditimpa
musibah, dia akan selalu berkonsultasi kepada tabib kerajaannya. Namun setiap
kali sang raja berkonsultasi, sang tabib selalu menjawab sabar, sabar, dan
sabar yang kemudian diterima sarannya oleh sang raja. Hingga pada suatu saat
sang raja mendapat musibah, yaitu salah satu jari tangan raja terputus dari
tangannya. Sang raja pun berkonsultasi kepada si tabib dan tetap saja dijawab
sabar. Setelah itu dimasukan lah sang tabib ke penjara. Dan pada suatu hari
sang raja yang sedang berburu ditangkap oleh suatu suku pedalaman kanibal, ia
pun merasa sangat takut, tapi begitu terkejutnya dia ketika dia dilepaskan
begitu saja. Ternyata suku pedalaman kanibal tersebut pantang memakan orang
yang sudah cacat atau tidak lengkap bagian tubuhnya. Oleh karena itu, kita
sebaiknya bersabar atas segala kesusahan. Bisa jadi karena kita ditimpa suatu
kesusahan, kita malah terhindar dari kesusahan yang lebih berat lainnya seperti
cerita diatas. Dan dari situ juga dapat kita pahami, bahwa hanya Allah SWT lah
yang mengetahui tentang waktu terbaik, dimana ia akan melipat gandakan
balasannya dari sedekah kita.
Dalam berbisnis
juga sama. Bersedekah disini bisa bermaksud sama dengan memberi. Anthony
Robbins berkata “Rahasia kehidupan adalah memberi.” Dalam bukunya yang
berjudul “Unlimited Power”. Prof. M. Suyanto dalam bukunya yang berjudul “15
Rahasia Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan Dengan
Kecerdasan Spiritual.” Mengungkapkan perumpamaan sebagai berikut:
Jika anda berkata kepada tanah, “Berilah kami tanaman.
Berilah kami sayur-sayuran. Berilah kami padi.” Maka tanah akan menjawab, “
Maaf mungkin Anda keliru. Anda belum kenal saya. Bahkan anda belum pernah
menyapa, apalagi memberikan sesuatu kepada kami. Seharusnya, anda menyirami
kami, merawat kami, dan Menggemburkan kami, setelah itu barulah kami memberikan
tanaman, sayur-sayuran, dan padi kepada anda”. Dari perumpamaan tersebut, dapat
kita ketahui bahwa sebelum kita kita meminta hasil, kita harus memberi terlebih
dahulu. Begitu juga dengan karyawan atau bawahan. Sebelum kita menyuruh mereka
bekerja dengan baik, berilah mereka perhatian yang cukup, hargai mereka,
bersabarlah terhadap berbagai perbedaan, dan sebagainya. Sehingga mereka akan
memberikan yang terbaik kepada kita, sebagai pembalasan dari pemberian kita.
Lalu jangan lupa juga untuk selalu bersabar atas segala masalah dan
bersedekahlah sesering mungkin, karena balasan dari bersedekah adalah berkah
yang berlipat-lipat dan sudah pasti baik hasilnya.
REFERENSI
Suyanto, M. 2006. “15
Rahasia Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan Dengan Kecerdasan Spiritual”.
Penerbit Andi.
Latifah, Wakhidatul.
“Yang Tidak Engkau Sukai Bisa Jadi Lebih Baik”. 25 Februari
2013. http://muslimah.or.id/aqidah/yang-tidak-engkau-sukai-bisa-jadi-lebih-baik.html
Ma’had Huda Islami.
“Sedekah Meredam Murka Allah”. 27 Januari 2015. http://www.lazmm.org/amilzakat/artikel/tausiyah-islami/sedekah-meredam-murka-allah
Wikipedia.”Sedekah”. 05
September 2014. http://id.wikipedia.org/wiki/Sedekah
Yulianto, Eko. “Keajaiban
Sedekah Untuk Bisnis Kita”. 16 Mei 2008. http://motivasi.petamalang.com/keajaiban-sedekah-untuk-bisnis-kita/
0 komentar:
Posting Komentar