Minggu, 06 Maret 2016

Kecerdasan Spiritual Dalam Berbisnis



Dalam berbisnis, seorang pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan spiritual atau singkatannya SQ (Spiritual Quotient) tinggi. Pemimpin yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi akan selalu bisa menghadapi berbagai masalah yang dihadapi usahanya, karena kecerdasan spiritual atau SQ  bisa membuat kerja EQ dan IQ menjadi lebih efektif.

Danah Zohar dan Ian Marshall berpendapat bahwa SQ adalah inti dari seluruh intelejensia. Dengan menggunakan SQ seseorang dapat menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritual. Sehingga dengan kecerdasan spiritual seseorang akan bisa membedakan mana yang benar dan  yang buruk, dan akan selalu memilih yang benar karena mereka sadar akan makna atau nilai-nilai yang ada dalam kehidupan.

Menurut Danah Zohar dan Ian Marshall, IQ dan SQ walaupun ada secara terpisah maupun bersama, tetap tidak cukup untuk bisa menjelaskan seluruh kompleksitas kecerdasan dari manusia, jiwa yang ada dalam manusia, dan imajinasi yang dimiliki manusia. Dalam kerja IQ dan EQ seperti contoh dibawah ini:   


·         Komputer yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, bisa melakukan berbagai pekerjaan yang sudah terprogram dengan baik sehingga bisa melakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh si pemogram dengan persentase keberhasilan yang tinggi.
·         Hewan yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, mereka selalu bisa menganalisa berbagai situasi yang dihadapinya, seperti kapan mereka harus menyerang atau sembunyi. 

Akan tetapi komputer yang memiliki IQ yang tinggi dan hewan yang memiliki EQ yang tidak mampu mengubah hal yang biasa mereka lakukan dan tidak punya inisiatif untuk melakukannya. Disnilah SQ berperan untuk mengoptimalkan kerja IQ dan EQ, sehingga sesorang akan selalu mampu memiliki kesadaran jiwa, memanfaatkan kecerdasan, dan berimajinasi untuk bermimpi. Namun begitu juga sebaliknya, SQ sendiri juga tidak akan befungsi apabila sesuatu tidak memiliki IQ dan EQ, karena keseimbangan antara intelektual dan emosi sangatlah penting. Karena sesorang yang baik adalah yang IQ, EQ, dan SQ nya bersinergi dalam dirinya dengan baik, sehingga bisa selalu menganalisa situasi, belajar dari masalah, dan menyelesaikan masalah dengan baik.

Kecerdasan spriritual direalisasikan dengan nilai-nilai spiritual seperti pada umumnya, seperti kebenaran, kebaikan, kejujuran, kepedulian, kerja sama, kedamaian, kebebasan, cinta, pengertian, kelakuan atau amal baik, rasa percaya, tanggung jawab, kemuliaan, kesabaran, keadilan, ketekunan, persamaan, rasa rendah hati, kesetiaan, kecermatan dan sebagainya. Jika nilai-nilai spiritual di lakukan dengan baik, maka seorang pengusaha akan sukses dalam memajukan usahanya karena sudah pasti dapat menjalin hubungan dengan siapa saja dengan baik dan bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan cermat. 

Banyak tokoh-tokoh hebat yang terkenal dengan kecerdasan spiritualnya yang tinggi sebagai contohnya dibawah ini :

 Nabi Muhammad SAW

Sebagai rasul dan nabi terakhir yang menanggung tugas menyebarkan agama islam ke umat manusia bukan lah hal yang mudah. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW selalu dihina, dicaci maki, dan dianggap gila. Namun Nabi Muhammad SAW tetap bersabar dan berjuang, salah satunya dengan kebiasaan beliau yang memiliki ahklak yang indah seperti suksesnya Nabi Muhammad SAW dalam berdagang karena selalu jujur terhadap pembeli dan mendapat kepercayaan, berbuat baik pada orang-orang yang menjahatinya sehingga bisa meluluhkan hati orang-orang tersebut dan sebagainya. Dan pada akhirnya Nabi Muhammad SAW sukses menyebarkan agama islam hingga menjadi seseorang yang dicintai oleh pengikut-pengikutnya hingga setelah wafatnya.

 Mahatma Gandhi

Tokoh dari India ini juga memiliki akhlak yang indah. Mahatma Gandhi menggunakan cinta dan kasih untuk memimpin 3 milyar rakyat india sehingga bisa meraih kemerdekaan. Salah satu kebiasaan Mahatma Gandhi adalah selalu berbuat baik kepada siapapun baik bangsanya maupun orang yang menganggapnya musuh. Dia beranggapan bahwa jika kata-kata tidak mampu melunakan lawan, maka setidaknya kepolosan, kerendahan hati, dan kejujuran akan membuat hati orang terharu, sehingga lawan akan menaruh iba atas kesabaran, lalu membuang jauh pikiran salah dan tak akan saling membunuh. Sehingga pada akhirnya Mahatma Gandhi dikenal sebagai bapak kemerdekaan India.

Dari contoh-contoh diatas dapat diketahui bahwa akhlak-akhlak baik yang dibawa oleh kecerdasan spiritual akan membawa hal yang baik. Oleh karena itu kecerdasan spiritual harus terus diasah dan dibiasakan kedalam diri seperti contohnya menghadapi masalah dengan bersabar dan tidak tergesa-gesa sehingga bisa memikirkan cara yang tepat untuk mengatasinya. . Jika di terapkan dalam dunia usaha, seorang pemimpin akan disenangi oleh bawahan dan mitra-mitra usahanya sehingga bisnisnya bisa terus berkembang menjadi lebih besar.

REFERENSI
Suyanto, M. 2006. “15 Rahasia Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan Dengan Kecerdasan Spiritual”. Penerbit Andi.
Lubis, Masita Hakim. “Pengertian IQ, EQ, SQ, AQ”. 18 Mei 2011. http://masitahakim.blogspot.co/2011/05/pengertian-iq-eq-sq-aq.html
UCEO. “Perlukah Kemampuan Spiritual Dalam Berbisnis”. 04 November 2013. http://www.ciputra-uceo.net/blog/2013/11/4/perlukah-kemampuan-spiritual-dalam-berbisnis

0 komentar:

Posting Komentar