Dalam berbisnis, seorang pemimpin yang
baik adalah seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan spiritual atau
singkatannya SQ (Spiritual Quotient) tinggi. Pemimpin yang memiliki kecerdasan
spiritual yang tinggi akan selalu bisa menghadapi berbagai masalah yang
dihadapi usahanya, karena kecerdasan spiritual atau SQ bisa membuat kerja
EQ dan IQ menjadi lebih efektif.
Danah Zohar dan Ian Marshall berpendapat bahwa SQ adalah inti dari seluruh intelejensia. Dengan menggunakan SQ seseorang dapat menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritual. Sehingga dengan kecerdasan spiritual seseorang akan bisa membedakan mana yang benar dan yang buruk, dan akan selalu memilih yang benar karena mereka sadar akan makna atau nilai-nilai yang ada dalam kehidupan.
Menurut Danah Zohar dan Ian Marshall, IQ
dan SQ walaupun ada secara terpisah maupun bersama, tetap tidak cukup untuk
bisa menjelaskan seluruh kompleksitas kecerdasan dari manusia, jiwa yang ada
dalam manusia, dan imajinasi yang dimiliki manusia. Dalam kerja IQ dan EQ
seperti contoh dibawah ini:
·
Komputer
yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, bisa melakukan berbagai
pekerjaan yang sudah terprogram dengan baik sehingga bisa melakukan sesuai
dengan aturan yang ditetapkan oleh si pemogram dengan persentase keberhasilan
yang tinggi.
·
Hewan
yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, mereka selalu bisa menganalisa
berbagai situasi yang dihadapinya, seperti kapan mereka harus menyerang atau
sembunyi.
Akan tetapi komputer yang memiliki IQ
yang tinggi dan hewan yang memiliki EQ yang tidak mampu mengubah hal yang biasa
mereka lakukan dan tidak punya inisiatif untuk melakukannya. Disnilah SQ
berperan untuk mengoptimalkan kerja IQ dan EQ, sehingga sesorang akan selalu
mampu memiliki kesadaran jiwa, memanfaatkan kecerdasan, dan berimajinasi untuk
bermimpi. Namun begitu juga sebaliknya, SQ sendiri juga tidak akan befungsi
apabila sesuatu tidak memiliki IQ dan EQ, karena keseimbangan antara
intelektual dan emosi sangatlah penting. Karena sesorang yang baik adalah yang
IQ, EQ, dan SQ nya bersinergi dalam dirinya dengan baik, sehingga bisa selalu
menganalisa situasi, belajar dari masalah, dan menyelesaikan masalah dengan
baik.
Kecerdasan spriritual direalisasikan
dengan nilai-nilai spiritual seperti pada umumnya, seperti kebenaran, kebaikan,
kejujuran, kepedulian, kerja sama, kedamaian, kebebasan, cinta, pengertian,
kelakuan atau amal baik, rasa percaya, tanggung jawab, kemuliaan, kesabaran,
keadilan, ketekunan, persamaan, rasa rendah hati, kesetiaan, kecermatan dan
sebagainya. Jika nilai-nilai spiritual di lakukan dengan baik, maka seorang
pengusaha akan sukses dalam memajukan usahanya karena sudah pasti dapat
menjalin hubungan dengan siapa saja dengan baik dan bisa menyelesaikan masalah
yang dihadapinya dengan cermat.
Banyak tokoh-tokoh hebat yang terkenal
dengan kecerdasan spiritualnya yang tinggi sebagai contohnya dibawah ini :
Nabi Muhammad SAW
Sebagai rasul dan nabi terakhir yang
menanggung tugas menyebarkan agama islam ke umat manusia bukan lah hal yang
mudah. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW selalu dihina, dicaci maki, dan dianggap
gila. Namun Nabi Muhammad SAW tetap bersabar dan berjuang, salah satunya dengan
kebiasaan beliau yang memiliki ahklak yang indah seperti suksesnya Nabi
Muhammad SAW dalam berdagang karena selalu jujur terhadap pembeli dan mendapat
kepercayaan, berbuat baik pada orang-orang yang menjahatinya sehingga bisa
meluluhkan hati orang-orang tersebut dan sebagainya. Dan pada akhirnya Nabi
Muhammad SAW sukses menyebarkan agama islam hingga menjadi seseorang yang
dicintai oleh pengikut-pengikutnya hingga setelah wafatnya.
Mahatma Gandhi
Tokoh dari India ini juga memiliki akhlak
yang indah. Mahatma Gandhi menggunakan cinta dan kasih untuk memimpin 3 milyar
rakyat india sehingga bisa meraih kemerdekaan. Salah satu kebiasaan Mahatma
Gandhi adalah selalu berbuat baik kepada siapapun baik bangsanya maupun orang
yang menganggapnya musuh. Dia beranggapan bahwa jika kata-kata tidak mampu
melunakan lawan, maka setidaknya kepolosan, kerendahan hati, dan kejujuran akan
membuat hati orang terharu, sehingga lawan akan menaruh iba atas kesabaran,
lalu membuang jauh pikiran salah dan tak akan saling membunuh. Sehingga pada
akhirnya Mahatma Gandhi dikenal sebagai bapak kemerdekaan India.
Dari contoh-contoh diatas dapat diketahui
bahwa akhlak-akhlak baik yang dibawa oleh kecerdasan spiritual akan membawa hal
yang baik. Oleh karena itu kecerdasan spiritual harus terus diasah dan
dibiasakan kedalam diri seperti contohnya menghadapi masalah dengan bersabar
dan tidak tergesa-gesa sehingga bisa memikirkan cara yang tepat untuk
mengatasinya. . Jika di terapkan dalam dunia usaha, seorang pemimpin akan
disenangi oleh bawahan dan mitra-mitra usahanya sehingga bisnisnya bisa terus
berkembang menjadi lebih besar.
REFERENSI
Suyanto, M. 2006. “15 Rahasia Mengubah Kegagalan Menjadi
Kesuksesan Dengan Kecerdasan Spiritual”. Penerbit Andi.
Lubis, Masita Hakim. “Pengertian IQ, EQ, SQ, AQ”. 18 Mei 2011. http://masitahakim.blogspot.co/2011/05/pengertian-iq-eq-sq-aq.html
UCEO. “Perlukah Kemampuan Spiritual Dalam Berbisnis”. 04 November
2013. http://www.ciputra-uceo.net/blog/2013/11/4/perlukah-kemampuan-spiritual-dalam-berbisnis
0 komentar:
Posting Komentar